Kumpulan Ebook Kedokteran Bahasa Indonesia
Tersedia kumpulan ebook kedokteran dalam bahasa Indonesia disini. Temukan dan download gratis ebook kedokteran dalam bahasa Indonesia hanya di ebookdokter.com kumpulan buku elektronik kedokteran.

Panduan Klinis Endokrin

Risiko kesehatan yang dapat terjadi akibat obesitas adalah Diabetes Mellitus
tipe 2, Hipertensi, serangan jantung, kanker kolon, angina, penyakit empedu,
kanker ovarium, osteoarthritis dan stroke. Sumber lain mengatakan bahwa
hiperurisemia, gangguan fibrinolisis, tidak bisa bernafas, sleep apnoe,
abnormalitas hormon reproduksi, sindroma polikistik ovarium, low back pain
dan perlemakan hati dapat pula terjadi.
Risiko absolut pada obesitas bila selain obesitas telah ditegakkan pula
penyakit jantung koroner, DM tipe 2 dan gangguan tidur (sleep apnea).
Sedangkan bila obesitas disertai dengan 3 atau lebih keadaan di bawah ini,
maka dikelompokkan menjadi obesitas risiko tinggi. Keadaannya adalah
hipertensi, perokok, kadar LDL tinggi, kadar HDL rendah, kadar gula darah
puasa tidak stabil, riwayat keluarga serangan jantung usia muda, dan usia
(laki-laki > 45 thn, atau perempuan > 55 thn).

Anda harus register

PAPDI Dasar Dasar Ilmu Penyakit Dalam

Ilmu kedokteran terus berkembang. Salah satu
perkembangan yang terjadi adalah terbentuknya
percabangan ilmu kedokteran. Jika ilmu kedokteran semula
merupakan seni menyembuhkan penyakit (the art of
healing) yang dilaksanakan oleh dokter yang mampu
melayani pasien yang menderita berbagai penyakit maka
kemudian sesuai dengan kebutuhan, ilmu kedokteran
bercabang menjadi cabang bedah dan medis. Percabangan
ini sudah terjadi cukup lama yaitu sejak abad kedelapan
sebelum masehi. Percabangan bedah memungkinkan
pendalaman ilmu untuk mendukung layanan bedah
sedangkan medis melayani ilmu yang mendukung layatan
non bedah. Selanjutnya terjadi percabangan lagi, medis
bercabang menjadi ilmu penyakit dalam dan ilmu kesehatan
anak. Istilah penyakit dalam pertama kali digunakan oleh
Paracelsus pada tahun 1528. Percabangan ilmu kedokteran
temyata tidak hanya sampai disitu namun terus terjadi
percabangan baru sesuai dengan kebutuhan pelayanan di
masyarakat. Percabangan ilmu memungkinkan terjadinya
pendalaman yang amat bermanfaat untuk pengembangan
ilmu danketerampilan yang pada akhimya dapat digunakan
untuk meningkatkan mutu pelayanan. Namun selain
manfaat yang dipetik dari percabangan ilmu kedokteran,
kita juga menghadapi tantangan bahwa percabangan ilmu
dapat memecah ilmu kedokteran menjadi kotak-kotak yang
kurang mendukung ilmu kedokteran sebagai kesatuan.
Untuk itu perlu disadari bahwa percabangan ilmu
kedokteran haruslah mendukung kesatuan ilmu kedokteran
sendiri. Selain itu juga harus disadari bahwalayatanyang
terkotak akan meningkatkan biaya kesehatan dan
menjadikan pasien kurang diperlakukan sebagai manusia
yang utuh.

Anda harus register

PAPDI Gastroenterologi

Keluhan pada pasien gastrointestinal (GI) dapat berkaitan
dengan gangguan lokal/intra lumen saluran cerna
(misalnya adanya ulkus duodeni, gastritis, dan
sebagainya) ata.u dapat pula disebabkan oleh penyakit
sistemik (misalnya diabetes melitus). Diperlukan
anamnesis yang teliti, akurat dan bertahap untuk
memformulasikan gangguan yang terjadi sehingga bila
dikombinasikan dengan hasil pemeriksaan fisik, kita dapat
merencanakan pemeriksaan penunjang yang diperlukan
untuk menegakkan diagnosis. Terdapat beberapa gejalal
kumpulan gejalalkeluhan yang karakteristik untuk penyakit
GI yang dikemukakan oleh pasien dan perlu diperoleh
persepsi yang sama oleh dokter yang memeriksanya.
Untuk itu diperlukan teknik anamnesis yang baik. Sakit
perut yang dikeluhkan oleh pasien harus dijabarkan dan
diinterpretasikan dengan baik agar diperoleh data apakah
sakit perut tersebut merupakan nyeri epigastrik, kolik bilier,
kolik usus atau suatu nyeri akibat rangsang peritoneal.
Tidak jarang pula suatu keluhan tertentu diekspresikan
secara berbeda-beda, terutama dalam istilah, tergantung
pada latar belakang pendidikan, sosial, budaya pasien.
Dalam makalah ini akan diajukan beberapa keluhan/gejala
awal yang merupakan masalah pokok utama penyakit GI
dan prakiraan penyakit yang mendasarinya (rinciannya
akan lebih jelas pada masing-masing topik penyakit
dasarnya).

Anda harus register

PAPDI Geriatri

Pembahasan tentang proses menua semakin sering muncul
seiring dengan semakin bertambahnya populasi usia lanjut
di berbagai belahan dunia. Penelitian-penelitian mengenai
perubahan yang terkait usia merupakan areayang menarik
dan penting belakangan ini. Berbagai aspek mengenai
proses menua banyak dibahas seperti aspek sosial,
psikologi, ekonomi, atau fisik.
Telah banyak dikemukakan bahwa proses menua amat
dipengaruhi oleh interaksi antara faktor genetik dan
lingkungan. Usia kronologi yang diukur dengan tahun dan
usia fisiologi yang diukur dengan kapasitas fungsional
tidaklah selalu seiring sejalan. Seseorang dapat terlihat
lebih muda atau lebih tua dari umurnya, dan mungkin
memiliki kapasitas fungsional yang lebih besar atau lebih
kecil dari yang diperkirakan dimilikinya pada umur tertentu.
Proses menua bukanlah sesuatu yang terjadi hanya
pada orang berusia lanjut, melainkan suatu proses normal
yang berlangsung sejak maturitas dan berakhir dengan
kematian. Namun demikian, efek penuaan tersebut
umunnya menjadi lebih terlihat setelah usia 40 tahun.

Anda harus register

PAPDI Hematologi

Hemopoesis adalah proses pembuatan darah. Sebagaimana
diketahui, darah terbagi atas:
Bagian yang Berbentuk (formed elements). Terdiri atas
sel-sel darah merah (eritrosit), sel-sel darah putih (leukosit)
dan keping-keping darah (trombosit; plateLet) yar,g
bentuknya dapat dilihat dengan mikroskop.
Bagian yang Tidak Berbentuk. Plasma yang terdiri atas
molekul-molekul air, protein-protein, lemak, karbohidrat,
vitamin-vitamin, enzim-enzim dan sebagainya, yang larut
dalamplasma.
Yang dibicarakan dalam bab ini hanyalah proses
pembentukan sel-sel darah (bagian ke-1 yaitu formed
elements). Akan dibahas 3 komponen (kompartemen) yang
berperan penting pada hemopoesis, yaitu :
. Kompartemen sel-sel darah
. Kompartemenlingkungan-mikro
. Komparte mefi zat-zat pemicu/perangsang (stimulator)
hemopoesis

Anda harus register

 

Hepatobilier

Secara mikroskopis di dalam hati manusia terdapat
50.000-100.000 lobuli, setiap lobulus berbentuk heksagonal
yang terdiri atas sel hati berbentuk kubus yang tersusun
radial mengelilingi vena sentralis. Di antaru lembaran sel
hati terdapat kapiler yang disebut sinusoid yang
merupakan cabang vena porta dan arteri hepatika.
Sinusoid dibatasi oleh sel fagositik (sel kupffer) yang
merupakan sistem retikuloendotelial dan berfungsi
menghancurkan bakteri dan benda asing lain di dalam
tubuh, jadi hati merupakan salah satu organ utama
pertahanan tubuh terhadap serangan bakteri dan organ
toksik.

Anda harus register

Kardiologi

Sejak Einthoven pada tahun 1903 berhasil mencatat potensial listrik yang terjadi pada waktu jantung berkontraksi, pemeriksaan eleklrokardiogram @KG) menjadi pemeriksaan diagnostik yang penting. Saat ini pemeriksaan jantung tanpa pemeriksaan EKG dianggap kurang lengkap. Beberapa kelainan jantung sering hanya diketahui berdasarkan EKG saja. Tetapi sebaliknya juga. jangan memberikan penilaian yang berlebihan pada hasil pemeriksaan EKG dan mengabaikan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Keadaan pasien harus diperhatikan secara keseluruhan, misalnya umur, jenis kelamin, berat badan, tekanan darah, obat-obat yang diminum, dan sebagainya. EKG adalah pencatatan grafis potensial listrik yang ditimbulkan oleh jantung pada waktu berkontraksi.

Anda harus register

Kegawatdaruratan Medik

Sejak penemuan penting mengenai molekul oksigen oleh Joseph Priestley pada tahun 1775 dan bukti adanya pertukaran gas pada proses pernapasan oleh Lavoisier, oksigen menjadi suatu cara pengobatan dalam perawatan pasien. Sebelum tahun 1920 suplementasi oksigen dievaluasi oleh Baruch dkk dan akhirnya pada tahun 1920 ditetapkan suatu konsep bahwa oksigen dapat digunakan sebagai terapi. Sejak itu efekhipoksia lebih dimengerti dan pemberian oksigen pada pasien dengan penyakit paru membawa dampak meningkahrya jumlah perawatan pasien. Dua penelitian dasar di awal tahun 1960-an memperlihatkan adanya bukti membaiknya kualitas hidup pada pasien penyakit paru obstruksi kronik (PPOK) yang mendapat suplemen oksigen.

Pada studi The Nocturnal Oxygen Therapy lal (NOTT), pemberian oksigen selama 12 jam atau24jam sehari selama 6 bulan dapat memperbaiki keadaan umum, kecepatan motorik, dan kekuatan genggaman, namun tidak memperbaiki emosional mereka atau kualitas hidup mereka. Namun penelitian lain memperlihatkan bahwa pemberian oksigen pada pasien-pasien dengan hipoksemia, dapat memperbaiki harapan hidup, hemodinamik paru, dan kapasitas latihan.

Anda harus register

 

Metabolik Endokrin

Pada tahun 1988, Reaven menunjukkan konstelasi faktor risiko pada pasien-pasien dengan resistensi insulin yang dihubungkan dengan peningkatan penyakit kardiovaskular yang disebutnya sebagai sindrom X. Selanjutnya, sindrom X ini dikenal sebagai sindrom resistensi insulin dan akhirnya sindrom metabolik. Resistensi insulin adalah suatu kondisi di mana terjadi penurunan sensitivitas jaringan terhadap kerja insulin sehingga terjadi peningkatan sekresi insulin sebagai bentuk kompensasi sel beta pankreas. Resistensi insulin terjadi beberapa dekade sebelum timbulnya penyakit
diabetes mellitus dan kardiovaskular lainnya. Sedangkan sindrom resistensi insulin atau sindrom metabolik adalah kumpulan gejala yang menunjukkan risiko kejadian kardiovaskular lebih tinggi pada individu tersebut. Resistensi insulin juga berhubungan dengan beberapa keadaan seperti hiperurisemia, sindrom ovarium polikistik dan perlemakan hati non alkoholik.

Anda harus register