PAPDI Dasar Dasar Ilmu Penyakit Dalam

Ilmu kedokteran terus berkembang. Salah satu
perkembangan yang terjadi adalah terbentuknya
percabangan ilmu kedokteran. Jika ilmu kedokteran semula
merupakan seni menyembuhkan penyakit (the art of
healing) yang dilaksanakan oleh dokter yang mampu
melayani pasien yang menderita berbagai penyakit maka
kemudian sesuai dengan kebutuhan, ilmu kedokteran
bercabang menjadi cabang bedah dan medis. Percabangan
ini sudah terjadi cukup lama yaitu sejak abad kedelapan
sebelum masehi. Percabangan bedah memungkinkan
pendalaman ilmu untuk mendukung layanan bedah
sedangkan medis melayani ilmu yang mendukung layatan
non bedah. Selanjutnya terjadi percabangan lagi, medis
bercabang menjadi ilmu penyakit dalam dan ilmu kesehatan
anak. Istilah penyakit dalam pertama kali digunakan oleh
Paracelsus pada tahun 1528. Percabangan ilmu kedokteran
temyata tidak hanya sampai disitu namun terus terjadi
percabangan baru sesuai dengan kebutuhan pelayanan di
masyarakat. Percabangan ilmu memungkinkan terjadinya
pendalaman yang amat bermanfaat untuk pengembangan
ilmu danketerampilan yang pada akhimya dapat digunakan
untuk meningkatkan mutu pelayanan. Namun selain
manfaat yang dipetik dari percabangan ilmu kedokteran,
kita juga menghadapi tantangan bahwa percabangan ilmu
dapat memecah ilmu kedokteran menjadi kotak-kotak yang
kurang mendukung ilmu kedokteran sebagai kesatuan.
Untuk itu perlu disadari bahwa percabangan ilmu
kedokteran haruslah mendukung kesatuan ilmu kedokteran
sendiri. Selain itu juga harus disadari bahwalayatanyang
terkotak akan meningkatkan biaya kesehatan dan
menjadikan pasien kurang diperlakukan sebagai manusia
yang utuh.

Anda harus register